LOVE STORY
2012 - Teman Masa Kecil
Cerita kami dimulai jauh di masa sekolah dasar. Kami satu sekolah dan lulus bersama pada tahun 2012. Saat itu, kami hanyalah dua anak kecil yang saling mengenal sebatas teman sekelas. Tidak ada yang pernah menyangka kalau teman masa kecil ini, belasan tahun kemudian, akan menjadi sosok yang paling berarti. Setelah lulus, kami fokus dengan jalan masing-masing. Sepanjang masa SMP hingga SMA, kami sibuk dengan kehidupan sendiri dan nyaris tidak pernah bertukar kabar.
2019 - Memulai Cerita
Waktu berlalu, hingga akhirnya masa kuliah di tahun 2019 kembali menyambungkan komunikasi kami. Walaupun saat itu harus terpisah jarak antara kampus di Purwokerto dan Jogja, selalu ada cara untuk saling memberi perhatian. Mulai dari obrolan panjang, bertukar cerita soal perkuliahan, hingga diam-diam saling membagikan lagu kesukaan.
Menjelang akhir tahun, tepatnya pada 4 Desember 2019, Nafi akhirnya mengutarakan perasaannya dengan cara yang unik. Momen sederhana namun penuh makna itulah yang akhirnya resmi mengawali langkah kami sebagai sepasang kekasih.
Masa Kuliah - Tumbuh Bersama
Mempertahankan hubungan di tengah jarak dan kesibukan kuliah nyatanya tidak mudah. Kami sering berdebat dan menyatukan dua ego yang kadang sama-sama keras. Namun, dari segala pertengkaran kecil itu, kami justru belajar banyak tentang kesabaran dan cara memahami satu sama lain. Fase ini membuat kami tumbuh menjadi lebih dewasa, hingga akhirnya bisa saling mendampingi saat merayakan kelulusan.
Dunia Kerja - Tempat Pulang
Memasuki dunia kerja, kesibukan baru nyatanya tidak membuat kami menjauh. Beruntungnya, kami mendapat pekerjaan di satu kota yang sama dengan jarak yang cukup dekat. Walau sibuk, kami selalu menyempatkan bertukar cerita lewat telepon setiap selesai jam kerja, dan meluangkan waktu untuk bertemu langsung saat akhir pekan tiba.
Di tengah lelah dan kerasnya rutinitas, waktu-waktu sederhana inilah yang menjadi pelepas penat kami. Dari situ kami menyadari bahwa ‘tempat pulang’ ternyata tidak melulu soal bangunan fisik, melainkan sosok yang selalu bersedia mendengarkan dan saling menyemangati. Dan bagi kami, sosok itu adalah satu sama lain.
2026 - Teman Hidup
Setelah melewati begitu banyak hal dari masa kanak-kanak hingga dewasa, kami yakin bahwa rasa ini sudah utuh. Pada tanggal 23 Maret 2026, Nafi memantapkan hati untuk melamar Wulan. Perjalanan panjang yang bermula dari sekadar teman satu sekolah ini, insyaAllah akan berlanjut pada ikrar janji suci pernikahan kami di tanggal 31 Oktober 2026 mendatang.
Kami menyadari bahwa kami berdua masih jauh dari kata sempurna. Namun, di hari itu dan hari-hari setelahnya, kami berjanji untuk terus belajar, saling menerima segala kekurangan, dan saling melengkapi.
“Kamu boleh namai itu rumah, selama ada mereka yang kamu cinta di dalamnya.” - Sal Priadi (Kita Usahakan Rumah Itu)
Pernikahan ini adalah komitmen kami untuk mulai membangun dan mengusahakan ‘rumah’ tersebut secara nyata. Karena pada akhirnya, dari dua anak kecil yang dulu bahkan tidak saling menyadari kehadiran satu sama lain, kini menjadi dua hati yang berjanji untuk saling menjadikan rumah - sebuah tempat untuk terus berproses bersama, menua bersama, dan tidak akan pernah saling melepaskan.
Our Gallery
Momen bahagia kami dalam bingkai kenangan